Event

Sort by

Turut memperingati Hari Kartini di bulan April, perancang kebaya ternama Anne Avantie menggelar pagelaran busana bertajuk Pasar Tiban dengan tema “Kartinikoe Kartinimoe” pada tanggal 19-23 April 2017. Pagelaran busana ini berlangsung di Mall Taman Anggrek dan dimeriahkan sederet selebritis ternama. Sama seperti sebelumnya, Sariayu kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung karya anak bangsa dengan menjadi sponsor tata rias dan tata rambut. Pasar Tiban merupakan sebuah acara pameran kebaya, batik dan industri kecil menengah yang diprakarsai oleh perancang busana Anne Avantie. Kali ini, Pasar Tiban telah tujuh kali diadakan di mall kawasan Jakarta Barat. Hadir pula para model terkenal, trio KaFein, Kezia Warouw Puteri Indonesia 2016, Felice Hwang Puteri Indonesia Lingkungan 2016, Intan Aletrino Puteri Indonesia Pariwisata 2016, bersama Maria Selena Puteri Indonesia 2011. Selain para model dan Puteri Indonesia, beberapa artis seperti Krisdayanti & Amora (putrinya), Sarwendah & Thalia (putrinya), Soendari Soekotjo & Putri Intan (putrinya), Dewi Motik & Moza Paramita (putrinya) juga hadir. Acara ini juga menampilkan MC Indra Herlambang dan Melanie Ricardo. Dalam rangkaian acara pagelaran busana dan pameran batik Pasar Tiban ini, tepatnya pada tanggal 21, Ibu Martha Tilaar datang berkunjung. Beliau turut menonton acara pagelaran busana serta terlihat berbelanja dengan ibu Anne Avantie. Anne Avantie menuturkan kebisaannya mendesain berbagai macam kebaya yang unik sangat dipengaruhi oleh didikan ibunya. Ibunya terus mendorong Anne Avantie dalam mengasah bakatnya dan memperhatikan lingkungan sekitar; kecantikan dan budaya nusantara. Oleh sebab itulah, karyanya selalu memiliki unsur etnik nusantara. Ikuti terus berita terbaru mengenai produk dan acara-acara yang didukung oleh Sariayu dengan like Page Facebook Sariayu Martha Tilaar, follow akun resmi Twitter serta Instagram Sariayu untuk selalu tahu berita terbaru dari Sariayu.

Sukses dengan pertunjukkan teater ‘Bunga Penutup Abad’ di bulan Agustus 2016, Titimangsa Foundation bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung dan didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menggelar pementasan tersebut di Kota Kembang. Seperti tahun sebelumnya, Sariayu kembali ikut andil dan dipercaya menjadi official makeup partner. Namun kali ini, Sariayu turut pula membawa Tren Warna 2017 Inspirasi Gili Lombok sebagai warna utama yang dipakai untuk riasan para pemain yang terlibat. Dukungan yang diberikan oleh Sariayu ini masih membawa semangat untuk mengapresiasi karya anak bangsa serta turut berkontribusi dalam menjadikan seni sastra dan teater sebagai dua kekayaan Indonesia yang dikenal lebih luas oleh generasi muda. Pementasan ‘Bunga Penutup Abad’ di Kota Kemban mendapatkan sambutan baik dari banyak penggemar karya sastra. Pertunjukan yang diadaptasi dari novel karya Parmoedya Ananta Toer ini dipentaskan di Teater Tertututup, Taman Budaya Jawa Barat tanggal 10 dan 11 Maret 2017. Belum genap seminggu pemesanan kursi dibuka, semua tiket pertunjukan langsung terjual habis di hari ketiga. Pemerintah Kota Bandung menyambut baik penyelenggaraan pementasan ‘Bunga Penutup Abad’ di Bandung. Pementasan ini sendiri merupakan acara pembuka dalam rangkaian kegiatan peringatan Bandung Lautan Api, sebuah peringatan semangat perjuangan warga Bandung yang membakar sekitar 200.000 rumahnya sendiri untuk mencegah tentara penjajah memasuki kota Bandung. ‘Bunga Penutup Abad’ sendiri dinilai pantas membuka kegiatan peringatan hari bersejarah tersebut sebab karya Pram ini dinilai selaras dengan semangat perjuangan dalam terus membela kebenaran dan setia pada azas. Happy Salma, Founder Titimangsa Foundation sekaligus berperan sebagai produser serta pemeran Nyai Ontosoroh, mengungkapkan bahwa melalui pementasan tersebut, mereka berharap para penonton yang belum akrab dengan buku sastra akan menjadi akrab dan mulai memburu karya-karya sastra Indonesia. ‘Bunga Penutup Abad’, masih dibintangi oleh aktor terbaik Indonesia yaitu Happy Salma sebagai Nyai Ontosoroh, Reza Rahardian sebagai Minke, Chelsea Islan sebagai Annelies, dan Lukman Sardi sebagai Jean Marais, ini bercerita tentang kehidupan ibu dan suami yang harus berjuang sekaligus mengalami kepedihan terpisah oleh perempuan yang mereka cintai. Wawan Sofwan, sutradara pementasan ‘Bunga Penutup Abad’ mengatakan bahwa ada banyak tantangan tersendiri ketika mereka memutuskan untuk mengangkat novel karya sastrawan besar Indonesia ke atas panggung. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya mereka mencoba untuk mengadaptasi Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa sehingga menjadi satu naskah yang utuh. Terlepas dari semua tantangan, lakon apik yang disuguhkan para pemain dan berkat sutradara berbakat, Wawan Sofawan, membuat pertunjungan Bunga Penutup Abad mendapat apresiasi yang baik dari penikmatnya baik itu di Jakarta maupun Bandung. Pementasan ini juga didukung oleh orang-orang yang berdedikasi di bidangnya seperti  Iskandar Loedin (pimpinan Artistik), Deden Jalaludin Bulqini (penata multimedia), Ricky Lionardi (penata musik) dan Deden Siswanto (penata kostum).

Terus berkomitmen sebagai salah satu merek kosmetik di bawah naungan Martha Tilaar Group, dedikasi Sariayu untuk menyempurnakan kecantikan wanita Indonesia terkemas secara apik dalam acara Blogger Gathering yang diadakan pada hari Sabtu, 25 Februari 2017 lalu. Pada kesempatan ini Sariayu yang telah mendapatkan Sertifikat Halal Grade A, meluncurkan Tren Warna 2017 Inspirasi Gili Lombok dan wajah baru dari produk Sariayu sebagai bentuk dari komitmen menghadirkan teknologi kosmetik terkini dan tren warna global wanita Indonesia. Di tahun 2017 ini, Sariayu ingin para wanita Indonesia bangga merepresentasikan kecantikannya yang membawa kearifan budaya Indonesia. Oleh karena itu, di tahun yang sama Sariayu datang dengan tema kampanye #akucantikIndonesia sebagai upaya mengajak wanita Indonesia untuk berbangga mengatakan #akucantikIndonesia di mata dunia. Lombok yang memiliki potensi sebagai tujuan wisata menyaingi pulau tetangganya, Bali, terpilih sebagai tema di 2017. Kepulauan tersebut terdiri dari Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air dan memiliki ragam kebudayaan masyarakat yang kaya salah satunya adalah kain tenun Mbojo yang berasal dari Bima. Motif pada kain tenun Mbojo inilah yang menginspirasi motif pada representasi Sariayu Tren Warna 2017. Destinasi tersebut memiliki kekayaan alam yang terentang dari wisata pantai, wisata bentang laut dan wisata bawah laut. Sebagai salah sektor wisata bahari jempolan Nusantara, Lombok telah membuktikan keberadaannya dengan memenangkan penghargaan di ajang World Halal Travel Summit 2015 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dan penghargaan World Best Halal Honeymoon Destination Bangga mengatakan #akucantikIndonesia tidak lepas dari pengaruh global. Tren mode dan riasan menjadi bagian dari kehidupan wanita Indonesia. Mengerti akan hal tersebut, Sariayu merangkum kebutuhan global wanita Indonesia dengan memadukan kearifan budaya khas Indonesia dengan tren warna dunia. Pemahaman akan paduan budaya Lombok dan tren global mengilhami koleksi warna tata rias Sariayu Martha Tilaar 2017 dengan tema Inspirasi Gili Lombok. Inspirasi Gili Lombok muncul dalam lini produk Liquid Eyeshadow, Eye Shadow Kit dan Duo Lip Color. Produk andalan Sariayu Tren Warna 2017, Liquid Eyeshadow, hadir dengan 12 warna trendi dan merupakan inovasi modern terbaru yang diusung oleh kosmetik lokal pertama Indonesia. Satu kemasan liquid eyeshadow ini terdiri dari 2 warna yang mudah dibaurkan dan sapuan yang solid (tanpa cracking). Eye Shadow Kit Inspirasi Gili Lombok terdiri dari 8 warna eyeshadow yang dapat dikreasikan untuk riasan segala macam acara., dibaur, dan buildable yang berarti dapat digunakan sesuai dengan intensitas yang diinginkan. Duo Lip Color merupakan lipstick berbentuk liquid yang terdiri dari 6 pilihan warna cantik. Dalam satu kemasannya, Duo Lip Color terdiri dari 2 jenis lipstick yang dapat dipilih yakni Matte & Glossy. Semua rangkaian produk Sariayu Inspirasi Gili Lombok ini mengandung ekstrak tanaman Flamboyan, Amethyst Powder dan Vitamin E sebagai antioksidan untuk kulit. Selain itu, produk ini pun diperkaya dengan moisturizer alami yang dapat menjaga kelembaban bibir serta UV Filter yang membantu melindungi kulit dari pengaruh buruk lingkungan dan sinar UV. Selain meluncurkan Tren Warna Sariayu 2017 Inspirasi Gili Lombok, pada kesempatan ini pula, rangkaian make up Sariayu lainnya turut juga memperbaharui penampilannya menjadi lebih muda dan modern. Dengan kandungan alami yang halal untuk wanita Indonesia, Sariayu menampilkan tiga produk berwajah baru yakni diantaranya adalah Two Way Cake, Lipstick, dan Tint Moisturizer. Sariayu Two Way Cake merupakan produk bedak padat yang kaya akan kandungan alami serta halal untuk digunakan semua perempuan Indonesia. Mengandung perpaduan ekstrak bunga Garnenia yang berperan sebagai antioksidan plus vitamin E, sapuan bedak padat ini melindungi kulit wajah dari penuaan dini dan antipolusi. SPF 15 yang juga terkandung dalam produk ini membantu melindungi kulit wajah dari pengaruh buruk sinar matahari. Penggunaan teknologi terkini, Micronization Technology menghasilkan micronized powder, sebuah partikel dan tekstur halus yang membuat riasan tidak terasa berat di wajah. Produk ini tersedia dalam 3 warna light, natural, dan dark sesuai kulit wanita Indonesia serta bentuk refill. Sariayu Lipstick sekarang membawa 15 warna terkini yang sesuai dengan ragam kulit wanita Indonesia dan mengandung pelembab alami yang dapat menjaga kelembaban bibir sepanjang hari. Sariayu Tinted Moisturizer adalah alas bedak bertekstur ringan dengan kandungan ekstrak bunga Gardenia dan vitamin E sebagai antikosidan. Selain itu, alas bedak ini juga mengandung SPF 20 yang melindungi kulit dari paparan sinar UV, bekerja melembabkan dan meratakan warna kulit. Bertempat di Leon, Jakarta Selatan, acara Blogger Gathering ini mengundang 50 blogger diantaranya adalah Abel Chantika, Vira Yunita, Nanda Arsyinta, Ana Octarina dan sejumlah beauty enthusiast lainnya. Selain serentetan nama beauty enthusiast ternama, acara blogger Gathering ini juga menampilkan pertunjukan spesial dari Petra Sihombing serta tantangan Express Your Liquid Beauty. Ingin mengetahui informasi terbaru mengenai produk Tren Warna Sariayu 2017 Inspirasi Gili Lombok & wajah baru tiga produk Sariayu serta acara-acara make-up dari Sariayu Martha Tilaar? Sahabat dapat mengecek semua berita terbaru Sariayu dengan like Page Facebook Sariayu Martha Tilaar, follow akun resmi Twitter serta Instagram Sariayu.

Setelah sukses dengan Konser Dongeng Musikal “Naura” yang pertama pada 24-25 Oktober 2015 lalu, Adyla Rafa Naura Ayu, putri cantik dan berbakat pasangan Baldy dan Nola “Be3”, kembali mempersembahkan sebuah gebrakan dengan menggelar konser bertajuk Konser Dongeng Musikal “Naura” yang ke-2.  Dalam komitmen untuk terus mendukung karya anak bangsa, Sariayu turut mendukung dalam pagelaran konser drama musikal spektakuler tersebut dengan memberikan sentuhan tata rias dan tatanan rambut bagi para pemain Konser Dongeng Musikal “Naura” yang ke-2. Konser Dongeng Musikal “Naura” yang ke-2 digelar pada tanggal 4-5 Februari 2017 di Ciputra Artpreneur Jakarta ini melibatkan konsep yang lebih megah dengan dukungan banyak pihak-pihak seperti Merah Putih Production yang bekerja sama dengan Optima Production dan Ava Victoria dengan 30 orang pemain orchestra yang mengiringi 18 list lagu Naura. Naura, yang turut serta dalam penciptaan konsep konsernya, memiliki impian untuk mennceritakan mimpinya dan tentang apa saja yang pernah ia alami kepada sahabat-sahabatnya yang ia tuangkan ke dalam pertunjukkannya. Selain menghibur, konser ini pun memiliki banyak unsur edukasi yang dapat dipetik oleh semua keluarga di Indonesia. Naura percaya bahwa ia dapat berbagi kegembiraan dan kesenangan kembali dengan para sahabatnya yang ada di seluruh Indonesia dengan diadakannya Konser Dongeng Musikal Naura ke-2 ini. Selain itu, sejumlah pihak lainnya pun turut berpartisipasi langsung dalam pertunjukan megah ini. Diantaranya ada Ojip Ismaputra (Presenter Tau Gak Sih Trans7), The Baldi’s, Nola dan Neona sebagai keluarga Naura, Andi Rianto sebagai tokoh musik Indonesia, dan beberapa teman Naura yang diperankan oleh 30 anak berbakat hasil audisi di Galeri Indonesia Kaya juga para choir dari beberapa sekolah musik di Indonesia. Dengan kecanggihan teknologi berupa multimedia dan mapping yang sangat apik serta lighting juga sound system yang megah, konser ini berhasil menghibur semua penontonnya. Penasaran dengan informasi terbaru mengenai produk dan acara-acara apa saja yang didukung oleh Sariayu Martha Tilaar lainnya? Sahabat dapat mengecek semua berita terbaru Sariayu dengan like Page Facebook Sariayu Martha Tilaar, follow akun resmi Twitter serta Instagram Sariayu.

Menyambut perayaan hari besar masyarakat Tionghoa yakni Tahun Baru Cina, Pasar Tiban "Gang Baru" Anne Avantie hadir di Lippo Mall Kemang. Acara yang diselenggarakan dari tanggal 25 sampai 28 Januari 2017 di Atrium Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan tersebut merupakan bentuk bakti Anne Avanti yang telah melanglang buana di dunia fashion tanah air selama 27 tahun. Kegiatan ini didukung penuh oleh Sariayu sebagai brand kosmetik lokal dengan menjadi partner make-up dan hair-do resmi. Dengan menggunakan namanya sebagai brand, para desainer dan pengusaha yang berdomisili di Semarang dapat merangkul para pengrajin Batik UKM daerah untuk dapat memasarkan produk-produk mereka di bawah payung besar Anne Avantie lewat anneavantiemall.com. Dalam Pasar Tiban yang diselenggarakan kali ini, Anne Avantie melakukan improvisasi dengan mempersembahkan Pasar Tiban Gang baru yang dilatarbelakangi ikon kota Semarang dengan nama yang sama dan berlokasi di daerah pecinan. Tepatnya di sebelah timur benteng yang membentang antara Gang Pinggir dan Gang Tengah. Masih dalam bagian kegiatan acara Pasar Tiban Gang Baru, pada tanggal 28 Januari 2017, pukul 19.00 WIB, Anne Avantie menggelar parade show dengan menampilkan tarian 6 barongsai sebagai pembuka acara. Lewat Parade Show yang mengangkat tema "Jarik Gendong" ini, Anne Avantie membagikan inspirasi dalam mengolah material yang sederhana tetapi dapat menghasilkan karya yang dapat berbicara mengenai kecintaan terhadap tradisi yang membumi. Pertunjukkan busana ini mengetengahkan koleksi Anne Avantie dengan memadukan budaya pecinan yang sangat kental. Dengan menggandeng sentuhan kontemporer, Anne Avantie sukses menerjemahkan wujud akulturasi budaya cina jawa lewat koleksinya yang bernama Nuansa China. Ingin mengetahui informasi terbaru dari Sariayu Martha Tilaar? Sahabat dapat mengecek semua berita terbaru Sariayu dengan like Page Facebook Sariayu Martha Tilaar, follow akun resmi Twitter serta Instagram Sariayu.

Pada hari Kamis 21 Januari 2017 lalu, Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Bandung berlangsung. Organisasi non profit yang memiliki 118 anggota dan baru saja didirikan pada November 2015 ini melangsungkan acaranya di Hotel Papandayan Bandung. Sariayu Martha Tilaar, menjaga komitmen dalam memberikan dukungan terhadap karya anak bangsa, turut berpartisipasi dalam  IFC Chapter Bandung ini dengan menjadi partner make-up & hair do. Dalam kesempatan tersebut, Sariayu juga memberikan Desaigner Make Up Class serta ikut mengambil peran dalam menampilkan Trend Show IFC 2017 oleh desainer IFC.  Ada tujuh desainer yang masing-masing bernama Ferry Sunarto, Irna Mutiara, Deden Siswanto, Nunik Mawardi, Anggiasari, Retty Selya, dan Astri Lestari juga turut dideklarasikan.  Selain itu, IFC juga mempresentasikan program kerja sekaligus preview show para anggotanya. Bandung termasuk dalam salah satu area IFC sebab daerah tersebut memiliki potensi besar dalam perkembangan dunia seni terutama di bidang fashion. Banyak desainer berbakat dari Bandung menghasilkan karya yang patut diacungi jempol. Selain Bandung, IFC telah terlebih dahulu hadir di Jakarta, tepatnya di atrium utama Neo Soho pada Desember 2016. Dalam beberapa waktu mendatang, IFC juga akan menghadiri serentetan kota lainnya seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Pontianak, Banda Aceh, Padang, dan Medan. 

Digelarnya pementasan tunggal ‘Three Penny Opera’ oleh Teater Universitas Indonesia pada hari Minggu tanggal 8 Januari yang lalu di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, menjadi pagelaran acara budaya yang mengawal tahun 2017 ini. Dengan terus menjaga komitmen dalam mendukung semua karya anak bangsa, Sariayu turut andil dalam pementasan teater tradisi bergaya Ludruk ala Broadway ini dengan menjadi official make up & hair do partner. ‘Three Penny Opera’ merupakan naskah legendaris karangan Bertolt Brectht yang mengubah dunia pementasan opera dan pertunjukan teater pada masanya. Naskah ini menceritakan tentang seseorang bernama Mekhit, perampok kelas kakap yang memawa lari Poly, putri tunggal juragan pengemis Nata Sasmita yang kemudian dinikaihnya di sebuah kandang kuda kosong. Juragan pengemis yang tahu akan hal tersebut naik pitam dan mengadukan Mekhit pada polisi. Mekhit kemudian menjadi buronan polisi. Lakon Three Penny Opera oleh Teater Universitas Indonesia ini seolah menggambarkan betapa korupsi telah ada dari sejak lama dan masih ada sampai sekarang. Setting lakon tersebut menggunakan daerah Surabaya dalam era penjajahan Jepang. Sebab daerah yang mereka pilih juga, pengaruh budaya ludruk nampak sangat lekat dalam lakon tersebut. 

Dewasa ini, dunia fashion Indonesia tumbuh semakin pesat. Setelah desainer busana muslim Indonesia menargetkan Indonesia sebagai kiblat fashion busana muslim pada tahun 2018 nanti menurut Venuemagz, secara umum, negara ini pun perlahan akan dipersiapkan menjadi pusat mode dunia pada tahun 2025. Dalam upaya menjadikan Indonesia semakin bersinar di mata dunia dalam bidang fashion, Sariayu turut mendukung gerakan tersebut dengan menjadi official makeup dan hairdo partner serta membagikan ratusan goodie bag berisi produk Sariayu dalam acara yang diselenggarakan oleh IFC atau Indonesian Fashion Chamber kepada para penonton pada 14 Desember 2016 lalu. Indonesian Fashion Chamber yang telah didirikan pada bulan November 2015 ini  merupakan organisasi non-profit yang keanggotaannya terdiri dari desainer busana perempuan, lelaki, serta perhiasan terkenal  Indonesia. Lembaga tersebut menjadi salah satu wadah baru demi memperkuat fondasi industri mode di Tanah Air. Dengan misi untuk “mempersiapkan Indonesia sebagai inspirasi serta sumber fashion” dalam setiap kepala anggotanya, IFC mendukung industri fashion Indonesia melalui fungsinya sebagai wadah di mana para desainer serta entrepreneur dapat mempertunjukkan karya-karya kompetitif mereka dalam pasaran internasional dan domestik. Bertajuk Indonesia Trend Forecasting, IFC pun berharap untuk meningkatkan kesadaran dunia global akan kekayaan dan potensi unsur kebudayaan Indonesia sebagai produk lifestyle global melalui acara  Trunk Show yang berlangsung di Atrium utama Neo Soho, perayaan ulang tahun yang pertama serta peluncuran concept store D2-i. Acara Trunk Show oleh IFC ini akan mengundang 20 desainer ternama seperi Lenny Agustine, Deden Siawanto, Dwi Iskandar, Angela Chung, Gregorius Vici, Ali Charisma, Philip Iswandono, Lia Mustafa, Sofie dan masih banyak lainnya serta ratusan penonton yang terdiri dari media & fashion blogger. Sahabat bisa lihat video Indonesian Fashion Chamber disini.

Menjadi bukti komitmen Sariayu dalam mendukung budaya lokal dan karya anak bangsa. Dalam kesempatan kali ini, Sariayu turut mengambil peran dalam pagelaran konser musik garapan KLA Corp. yang mengusung KLA Project sebagai bintang tunggal dengan menjadi official make-up partner.  Dukungan tersebut tentunya merupakan upaya Sariayu dalam mengapresiasi karya anak bangsa agar generasi muda ikut bangga dengan kekayaan seni dan budaya Indonesia. Diadakan pada tanggal  15 Desember 2016 lalu, Band KLA Project menggelar sebuah konser tunggal bertajuk ‘Passion, Love, and Culture’ sebagai pagelaran tutup tahun 2016. Berlokasi di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, KLA Project menghadirkan lagu-lagu khasnya diiringi dengan sentuhan etnik sesuai dengan tema kebudayaan yang mereka usung seperti musik Bali, Jawa, dan Sumatra. Konser tunggal ini sekaligus menjadi jawaban atas obsesi Katon Bagaskara dan kawan-kawan untuk menyajikan konser spesial bagi penggemar serta ajang merayakan ulangtahun KLA Project ke-28. Selain pagelaran musik  yang diisi dengan tembang-tembang hits KLA Project bernuansa etnik, konser tersebut juga menampilkan para penari dan busana khas Indonesia.