Sariayu Dukung Teater Tanah Air dalam Pementasan ‘Three Penny Opera’ Teater Universitas Indonesia

Digelarnya pementasan tunggal ‘Three Penny Opera’ oleh Teater Universitas Indonesia pada hari Minggu tanggal 8 Januari yang lalu di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, menjadi pagelaran acara budaya yang mengawal tahun 2017 ini. Dengan terus menjaga komitmen dalam mendukung semua karya anak bangsa, Sariayu turut andil dalam pementasan teater tradisi bergaya Ludruk ala Broadway ini dengan menjadi official make up & hair do partner.

‘Three Penny Opera’ merupakan naskah legendaris karangan Bertolt Brectht yang mengubah dunia pementasan opera dan pertunjukan teater pada masanya. Naskah ini menceritakan tentang seseorang bernama Mekhit, perampok kelas kakap yang memawa lari Poly, putri tunggal juragan pengemis Nata Sasmita yang kemudian dinikaihnya di sebuah kandang kuda kosong. Juragan pengemis yang tahu akan hal tersebut naik pitam dan mengadukan Mekhit pada polisi. Mekhit kemudian menjadi buronan polisi.

Lakon Three Penny Opera oleh Teater Universitas Indonesia ini seolah menggambarkan betapa korupsi telah ada dari sejak lama dan masih ada sampai sekarang. Setting lakon tersebut menggunakan daerah Surabaya dalam era penjajahan Jepang. Sebab daerah yang mereka pilih juga, pengaruh budaya ludruk nampak sangat lekat dalam lakon tersebut.