Sariayu Turut Sukseskan Pementasan "Bunga Penutup Abad" di Kota Bandung

Sukses dengan pertunjukkan teater ‘Bunga Penutup Abad’ di bulan Agustus 2016, Titimangsa Foundation bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung dan didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menggelar pementasan tersebut di Kota Kembang. Seperti tahun sebelumnya, Sariayu kembali ikut andil dan dipercaya menjadi official makeup partner. Namun kali ini, Sariayu turut pula membawa Tren Warna 2017 Inspirasi Gili Lombok sebagai warna utama yang dipakai untuk riasan para pemain yang terlibat.

Dukungan yang diberikan oleh Sariayu ini masih membawa semangat untuk mengapresiasi karya anak bangsa serta turut berkontribusi dalam menjadikan seni sastra dan teater sebagai dua kekayaan Indonesia yang dikenal lebih luas oleh generasi muda.

Pementasan ‘Bunga Penutup Abad’ di Kota Kemban mendapatkan sambutan baik dari banyak penggemar karya sastra. Pertunjukan yang diadaptasi dari novel karya Parmoedya Ananta Toer ini dipentaskan di Teater Tertututup, Taman Budaya Jawa Barat tanggal 10 dan 11 Maret 2017. Belum genap seminggu pemesanan kursi dibuka, semua tiket pertunjukan langsung terjual habis di hari ketiga.

Pemerintah Kota Bandung menyambut baik penyelenggaraan pementasan ‘Bunga Penutup Abad’ di Bandung. Pementasan ini sendiri merupakan acara pembuka dalam rangkaian kegiatan peringatan Bandung Lautan Api, sebuah peringatan semangat perjuangan warga Bandung yang membakar sekitar 200.000 rumahnya sendiri untuk mencegah tentara penjajah memasuki kota Bandung. ‘Bunga Penutup Abad’ sendiri dinilai pantas membuka kegiatan peringatan hari bersejarah tersebut sebab karya Pram ini dinilai selaras dengan semangat perjuangan dalam terus membela kebenaran dan setia pada azas.

Happy Salma, Founder Titimangsa Foundation sekaligus berperan sebagai produser serta pemeran Nyai Ontosoroh, mengungkapkan bahwa melalui pementasan tersebut, mereka berharap para penonton yang belum akrab dengan buku sastra akan menjadi akrab dan mulai memburu karya-karya sastra Indonesia.

‘Bunga Penutup Abad’, masih dibintangi oleh aktor terbaik Indonesia yaitu Happy Salma sebagai Nyai Ontosoroh, Reza Rahardian sebagai Minke, Chelsea Islan sebagai Annelies, dan Lukman Sardi sebagai Jean Marais, ini bercerita tentang kehidupan ibu dan suami yang harus berjuang sekaligus mengalami kepedihan terpisah oleh perempuan yang mereka cintai.

Wawan Sofwan, sutradara pementasan ‘Bunga Penutup Abad’ mengatakan bahwa ada banyak tantangan tersendiri ketika mereka memutuskan untuk mengangkat novel karya sastrawan besar Indonesia ke atas panggung. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya mereka mencoba untuk mengadaptasi Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa sehingga menjadi satu naskah yang utuh.

Terlepas dari semua tantangan, lakon apik yang disuguhkan para pemain dan berkat sutradara berbakat, Wawan Sofawan, membuat pertunjungan Bunga Penutup Abad mendapat apresiasi yang baik dari penikmatnya baik itu di Jakarta maupun Bandung.
Pementasan ini juga didukung oleh orang-orang yang berdedikasi di bidangnya seperti  Iskandar Loedin (pimpinan Artistik), Deden Jalaludin Bulqini (penata multimedia), Ricky Lionardi (penata musik) dan Deden Siswanto (penata kostum).